Pengertian Wakaf

A. Pengertian

Wakaf menurut bahasa “Waqaf lughatan” berasal dari bahasa Arab “Waqafa”. yang berarti “menahan” atau “berhenti” atau “diam ditempat” atau “tetap berdiri”.

Menurut istilah bahwa para Ahli Fiqh berbeda pendapat dalam mendefinisikan dan memandang hakikat wakaf itu sendiri. Menurut Undang-Undang Wakaf yang berlaku di Indonesia bahwa wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainya sesuai dengan ajaran Islam.

B. Macam-Macam Wakaf

1. Wakaf Ahli

Yaitu Wakaf yang ditunjuk kepada orang-orang tertentu, seorang atau lebih, keluarga si wakif atau bukan.

Apabila ada seseorang mewakafkan sebidang tanah kepada anaknya, lalu kepada cucunya, wakafnya sah dan yang berhak mengambil manfaatnya adalah mereka yang ditunjuk dalam pernyataan wakaf. Wakaf seperti ini disebut juga “Wakaf Dzurri atau Wakaf ‘Alal Aulad” yaitu wakaf yang diperuntukan bagi kepentingan dan jaminan social dalam kepentingan keluarga (famili) lingkungan kerabat sendiri.

2. Wakaf Khairi

Yaitu wakaf yang secara tegas untuk kepentingan agama (keagamaan) atau kemasyarakatan (kebajikan umum). Seperti wakaf yang diserahkan untuk keperluan pembangunan masjid, sekolah, jembatan, rumah sakit, pati asuhan anak yatim dan sebagainya.

C. Unsur-unsur Wakaf

Dalam Fiqih Islam dikenal ada empat rukun atau unsure wakaf yaitu:

1. Orang yang berwakaf (Wakif)

2. Benda yang diwakafkan

3. Nadhir / Penerima wakaf

4. Lafazd atau pernyataan penyerahan wakaf.

D. Wakif

Wakif adalah Pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.

Menurut Undang-undang RI No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan PP RI No. 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-undang RI No. 41 tentang Wakaf bahwa wakif meliputi:

1. Perseorangan

2. Organisasi atau

3. Badan hukum

E. Harta Benda Wakaf

Wakaf tidak terbatas hanya pada tanah milik (benda tak bergerak) melainkan mencakup benda bergerak dengan syarat memiliki daya tahan lama dan bernilai, supaya harta wakaf tersebut dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang,

1. Benda Tidak bergerak

a. Tanah

b. Bangunan

c. Tanaman

d. Rumah

e. Benda tidak bergerak lainnya sesuai dengan ketentun Syariah

2. Benda bergerak

a. Uang

b. Logam Mulia

c. Surat Berharga.

d. Kendaraan

e. Kekayaan Intelektual

f. Hak sewa

g. Benda bergerak lainnya sesuai dengan ketentua Syariah.

F. Nadhir

Nadhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Menurut Undang-undang RI No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan PP RI No. 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-undang RI No. 41 tentang Wakaf bahwa nadhir meliputi:

1. Perseorangan

2. Organisasi atau

3. Badan hukum.

G. Manfaat

Manfaat perwakafan tentunya sangat besar terhadap perkembangan keagamaan (perkembangan Islam) karena berdirinya sarana Ibadah, social, pendidikan, dan sebagainya yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat (umat Islam) tentunya sebagian besar dibangun diatas tanah wakaf, sesuai dengan prinsipnya hakikat wakaf adalah untuk diambil manfaatnya dari benda wakaf tersebut guna kepentingan keagamaan atau umat seperti: Sarana ibadah saranan social, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan sebagainya yang tidak bertentangan dengan syariah

About these ads

~ oleh jubaedi pada 20 Februari 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: