Hidup adalah Pengabdian

Hidup adalah mutlak anugrah dari Allah yang Maha Kuasa, bukan karena keinginan manusia, melaikan karena Qadrat dan Iradat-Nya semata sebagaimana firman Allah SWT “apabila dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya “jadilah” maka jadilah sesuatu itu” (Q.S. 36 : 82).

Manusia tidak pernah meminta hidup didunia. Coba tanya diri anda sendiri.

Apakah kelahiran Anda ke dunia ini adalah keinginan anda sendiri?

Pernahkan Anda meminta lahir ke dunia?

Kalau anda laki-laki, pernahkah anda meminta dilahirkan sebagai laki-laki?

Kalau anda perempuan, pernahkan anda meminta dilahirkan sebagai perempuan?

Pernahkan Anda meminta dilahirkan pada abad ini, di negara ini dari keluarga pulan?

Pernahkah Anda meminta terlahir dari perut Ibu anda sekarang?

Kenapa Anda tidak meminta terlahir dari keluarga ningrat?

Tentu jawaban semua itu diluar kemampuan manusia, karena manusia posisinya hanya menerima atau pasrah atas anugrah tersebut. Semua itu adalah ketentuan “Qadha” Allah SWT dan tidak pernah dapat diatur oleh siapapun.

Namun demikian ketika Allah meniupkan ruh kehidupan (4 bulan dalam rahim) Manusia telah mengadakan kontrak dengan Tuhannya bahwa manusia mengakui Allah SWT adalah Tuhan. kalau seperti itu berarti manusia adalah hamba, dalam bahasa arab disebut ‘abdun yaitu orang yang menyembah (melakukan ibadah).

Dalam al-Quran Allah SWT berfirman:

‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkankan agar mereka beribadah kepadaku” (Q.S: 51: 56)

“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah SWT ( Q.S: 98: 5)

dari kedua ayat diatas dapat kita ambil hikmah diantaranya:

  1. Manusia dan jin adalah mutlak diciptakan karena iradat Allah SWT. bukan permintan siapapun.
  2. Dengan iradat-Nya Allah punya hak proregatif untuk menciptakan atau tidak menciptakan makhluk (manusia) seperti halnya Q.S. 36:82.
  3. Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia tanpa maksud dan tujuan.
  4. Allah SWT menciptakan manusia melainkan hanya dengan maksud dan tujuan untuk beribadah kepadanya.
  5. Bahwa manusia hanya diperintahkan menyembah Allah SWT bukan yang lain.

Beribadah atau mengabdi kepada Allah SWT merupakan tujuan yang utama manusia diciptakan, dan semuanya (manfaatnya) akan kembali untuk manusia itu sendiri tidak untuk Allah SWT atau orang lain, karena Allah tidak akan terpengaruh sedikitpun dengan ibadah dan tidak ibadahnya manusia.

Maka dari itu alangkah sombongnya manusia jika tidak mau mengabdikan dirinya untuk Tuhan yang menciptakan, padahal pengabdian manusiapun belum tentu lebih baik daripada nikmat yang telah diperolehnya.


tree_ruku2

Dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT., manusia juga memiliki fungsi menjadi wakil Allah SWT di muka bumi “khalifah fil ardhi”.

Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, “Aku hendak menjadikan (Adam) khalifah di bumi.” (Q.S. 2 : 30)

Allah berfirman “Wahai Daud sesungguhnya engkau kami jadikan khalifah dibumi” (Q.S. 38 : 26)

Mengemban amanat khalifah adalah salah satu bentuk ibadah (pengabdian) manusia kepada Allah yaitu ibadah ghairu mahdah diantaranya adalah memanfaatkan kekayaan alam, memakmurkan alam dan menjaga kelestariannya.

“Carilah keridhaan Allah di tengah limpahan kekayaan alam semesta”

~ oleh jubaedi pada 3 Januari 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: